Senin, 21 November 2016

Apresiasi Puisi



Kegiatan 3.1 Apresiasi Puisi
Unsur Pembangun Puisi
Unsur pembangun puisi
Bunyi                                     
Bunyi merupakan salah satu unsur yang menonjol untuk membedakan antara bahasa puisi dan prosa. Bahasa puisi cenderung menggunakan unsur perulangan bunyi. Bunyi memiliki peran antara lain adalah agar puisi terdengar merdu jika dibaca dan didengarkan, sebab pada hakikatnya puisi merupakan salah satu karya seni yang diciptakan untuk didengarkan (Sayuti, 2002).
Diksi
Unsur diksi adalah pilihan kata atau frase dalam karya sastra (Abrams, 1981). Setiap penyair akan memilih kata-kata yang tepat, sesuai dengan maksud yang ingin diungkapkan dan efek puitis yang ingin dicapai. Diksi juga sering menjadi ciri khas seorang penyair atau zaman tertentu. Diksi merupakan pilihan kata yang tepat dan selaras dalam penggunaannya untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan (KBBI, 2005: 264). Diksi yang dipilih penyair bertujuan menghadirkan efek kepuitisan, namun juga untuk mendapatkan nilai estetik.
Bahasa Kias
Bahasa kias atau figurative language merupakan penyimpangan dari pemakaian bahasa yang biasa, yang makna kata atau rangkaian katanya digunakan untuk mencapai efek tertentu (Abrams, 1981). Bahasa kias memiliki beberapa jenis yaitu: personifikasi, metafora, perumpamaan, simile, metonimia, sinekdoki, dan alegori (Pradopo, 1978). Bahasa kias yang hadir dalam puisi anak lebih sederhana dibandingkan dengan puisi pada umumnya.
Citraan
Citraan merupakan suatu bentuk penggunaan bahasa yang mampu membangkitkan kesan yang konkret terhadap suatu objek, pemandangan, aksi, tindakan, atau pernyataan yang dapat membedakannya dengan pernyataan atau ekspositori yang abstrak dan biasanya ada kaitannya dengan simbolisme (Baldic, via Nurgiyantoro, 2014:276). Unsur citraan  merupakan gambaran-gambaran angan dalam puisi yang ditimbulkan melalui kata-kata (Pradopo, 1978). 
Cerita yang berjudul “Segelas Air untuk Guruku” mengangkat sebuah tema [1].....................  Cerita ini mengisahkan seorang siswa SD kelas V. Ia seorang anak yang mempunyai sifat [2]...............  Setiap [3].......... sebelum sekolah ia selalu membantu ibunya di [4]........... yang terletak di [5]................ Dalam cerita tersebut ada [6]............. tokoh. Anis adalah [7]................., sedangkan bu Arin dan ibu [8]............ Bu Arin digambarkan sebagai seorang guru yang [9]................ [10]............. dialami tokoh utama ketika air minum yang disiapkan tidak diminum oleh ibu guru. [11] ...............permasalahan memuncak ketika Arin diajak berbicara dengan bu Arin. Kehidupan tokoh yang miskin menjadi [12] ................. yang cukup menarik. Pengarang sangat lihai dalam menyusun pusat pengisahan dengan menggunakan sudut pandang [13] ..........  yang menempatkan tokoh dengan menyebut nama atau kata gantinya. Pengarang juga mampu menghidupkan cerita dengan menggunakan gaya bahasa konkret yang menggunakan [14]............., tiruan bunyi lonceng sekolah.
Hal yang penting dalam melakukan analisis puisi dan prosa adalah mengetahui unsur-unsur didalamnya. Unsur dalam puisi dan prosa adalah unsur intrinsik (tema, tokoh, penokohan, latar, alur, sudut pandang, amanat) dan unsur ekstrinsik (biografi penulis, riwayat hidup, dll)
Share:

PPDB ONLINE SD-DJI

Dibuat olehARDHA maz_ardha.develoers.com