Senin, 14 November 2016

Definisi Sastra




Definisi Sastra

Panuti Sudjiman mendefinisikan sastra sebagai "karya lisan atau tulisan yang memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi, dan ungkapanya". Sejalan dengan pendapat tersebut Engleton, menyebut sastra sebagai "karya tulisan yang halus" (belle letters) adalah karya yang mencatatkan bentuk bahasa harian dalam berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjangtipiskan dan diterbalikkan, dijadikan ganjil.
 Luxemberg mengungkapkan ciri-ciri sastra sebagai berikut:
  1. Sastra merupakan sebuah ciptaan dan kreasi, bukan semata-mata sebuah imitasi. Seniman menciptakan dunia baru, meneruskan proses penciptaan di dalam semesta alam bahkan menyempurnakannya. Sastra terutama merupakan luapan emosi spontan.
  2. Sastra bersifat otonom, tidak mengacu kepada sesuatu yang lain; sastra tidak bersifat komunikatif. Sang penyair hanya mencari keselarasan di dalam karyanya sendiri. Karya sastra yang “otonom” bercirikan suatu koherensi yang dapat ditafsirkan sebagai suatu keselarasan yang mendalam antara bentuk dan isi. Setiap isi berkaitan dengan suatu bentuk dan ungkapan tertentu. Dalam pandangan ini puisi dan bentuk sastra lainnya “menggambarkan” isi. Bahasanya bersifat plastis.
  3. Sastra menghadirkan sebuah sintesis antara hal-hal yang saling bertentangan. Pertentangan-pertentangan tersebut aneka rupa bentuknya, ada pertentangan antara yang disadari dan yang tidak disadari, antara pria dengan wanita, antara roh dan benda, dan seterusnya.
  4. Sastra mengungkapkan yang tak terlupakan. Dalam puisi dan bentuk-bentuk sastra lainnya ditumbuhkan aneka macam asosiasi dan konotasi. Dalam sebuah teks sastra kita jumpai sederetan arti, yang dalam bahasa sehari-hari tak dapat diungkapkan.
Share:

PPDB ONLINE SD-DJI

Dibuat olehARDHA maz_ardha.develoers.com