Selasa, 15 November 2016

DRAMA

DRAMA 
Drama berasal dari bahasa Yunani yang berarti dialog dalam bentuk prosa atau puisi dengan keterangan laku. Unsur-unsur terpenting dalam drama untuk dapat dipentaskan adalah:
  1. Naskah lakon, berguna untuk menetapkan urutan adegan dan dialog yang ada dalam drama.
  2. Sutradara, yaitu orang yang mengatur dan mengonsep drama yang akan dimainkan.
  3. Pemain yaitu orang yang memainkan peran di panggung.
Drama sebagai sebuah karya sastra tidak hanya dilihat dari sisi pementasannya saja, tetapi juga naskah drama yang dapat ditinjau dari situasi bahasa dan penyajian. (Dick Hartoko, 1982:160).
Situasi bahasa merupakan komponen penting dalam naskah drama sebab naskah drama terdiri atas teks-teks para aktor dan tak ada juru cerita yang langsung menyapa penonton. Naskah drama disertai dengan petunjuk-petunjuk gerak dan laku saat pementasan yang bersifat sekunder karena selama pementasan pentunjuk tersebut tidak diucapkan, tetapi dikonkretkan lewat isyarat-isyarat nonbahasa. Dalam situasi bahasa tersebut terdapat dialog, unit-unit dialog tersebut disebut juga "giliran bicara" yang akan diucapkan oleh tokoh.  Sebuah dialog minimal terdiri atas dua giliran bicara yang didukung sekurang-kurangnya oleh dua pelaku; bahan pembicaraan tidak boleh berubah. Konvensi tersebut merupakan konvensi ideal. Namun, bila konvensi yang ideal ini diganggu karena pelaku angkat bicara dengan tidak teratur atau tidak membicarakan bahan yang sama mustahil akan terbentuk "dialog"dan alur cerita yang dimaksudkan. Pelaku drama akan berdialog dalam ruang dan waktu yang sama, keadaan tersebut dalam drama disebut dengan "latar" bagi sebuah dialog.
Teks naratif bercerita tentang suatu kejadian, teks drama adalah kejadian itu sendiri yang ditampilkan di atas panggung. Bagian penting dari kejadian atau perbuatan tersebut adalah dialog. Bila seorang pelaku menjanjikan sesuatu, mengancam, atau mengajukan permintaan, ia turut menggerakkan peristiwa. Unsur prolog atau epilog dalam drama sebagai sebuah "permainan"/"play"mengandung sebuah moral atau peringatan. Prolog menerangkan atau membeberkan situasi. Dalam drama modern kadang sang sutradara atau pemimpin pentas muncul di panggung.
Teks samping, yang harus dilakukan oleh pelaku merupakan petunjuk untuk pementasan. Teks ini biasanya ditulis dalam tanda kurung atau ditulis dengan huruf kapital. Kadang-kadang teks samping memaparkan uraian yang panjang lebar tentang tokoh dan situasi. Unsur terakhir dari drama adalah penyajian. Penyajian inilah yang paling  membedakan drama dengan genre sastra yang lainnya tanpa penyajian drama hanyalah akan menjadi sebuah naskah drama.  
Share:

PPDB ONLINE SD-DJI

Dibuat olehARDHA maz_ardha.develoers.com