Selasa, 22 November 2016

Menulis Puisi



Kegiatan 4.1 Menulis Puisi
Pengantar Kreasi Sastra
Sastra merupakan dunia lain yang tak memiliki batas untuk berkreasi. Dengan sastra pengarang dapat mengaktualisasikan diri sebagai individu yang masing-masing memiliki suatu keunikan. Tidak jarang sastra dijadikan sebagai pengukur suatu peradaban karena nilai-nilai yang ada dalam kehidupan dapat dibingkai sedemikian rupa oleh pengarang sehingga mampu menghadirkan berbagai realita sosial yang ada pada masa tertentu.
Dikatakan demikian karena karya sastra tidak tercipta dari suatu “kekosongan”. Artinya karya sastra tidak bisa tercipta hanya dengan berimajinasi semata, melainkan harus ada relasi antara imajinasi dan realitas sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan begitu juga sebaliknya. Karya sastra tidak bisa hadir dengan realitas sosial saja karena pengarang tentu membutuhkan imajinasi untuk mengemas suatu karya sehingga memiliki nilai estetika yang tinggi, hal yang demikian biasa disebut proses kreatif sastra.  Proses kreasi sastra tersebut diungkapkan melalui bahasa sebagai media. Dengan demikian, di dalam kesusatraan ada beberapa faktor yang menjadi bahan pertimbangan, yaitu faktor persoalan yang diungkapkan, keindahan pengungkapan dan faktor bahasa atau kata. Bentuk cipta satra yang dapat dibuat menurut Mursal Esten (2013:6) dapat berupa: puisi, cerita rekaan (fiksi); esai dan kritik; dan drama.
Bagaimana proses mencipta sebuah puisi, mari kita buka halaman selanjutnya.
Puisi “Kembalikan Indonesia Padaku” merupakan sintesis dari adanya tesis dan antitesis. Tesis adalah kenyataan yang dihadapi. Dalam hal ini relitas kehidupan rakyat di Indonesia, yang penduduknya padat, dengan angka kemiskinan yang masih tinggi.  Antitesis adalah sikap yang bersifat subjektif dan intersubjektif, sikap kekhawatiran penulis terhadap masa depan Indonesia bila tidak segera “diselamatkan”. Pertentangan antara tesis dan antitesis tersebut menghadirkan sebuah berupa pemulihan kondisi dengan pernyataan kembalikan Indonesia Padaku. Sintesis yang dibuat penulis bersifat idealis, imajinatif, dan kreatif berdasarkan cita-cita dan konsepsi pengaran.
emadatkan bahasa ke dalam sebuah puisi memang tidak mudah sebab sebuah kreasi sastra yang indah, bukan saja karena bahasanya yang beralun-alun dan penuh irama. Ia harus dilihat secara keseluruhan: tema, amanat, dan strukturnya. Pada nilai-nilai yang terkandung dalam cipta sastra tersebut. Ada beberapa nilai yang harus dimiliki oleh sebuah kreasi sastra diantaranya: nilai estetika, moral, dan nilai-nilai lain yang sifatnya konseptual. Ketiga nilai tersebut sesungguhnya tidak dapat dipisahkan sama sekali. Untuk mendukung keindahan bahasa puisi penyair dapat menggunakan imaji/citraan, sarana retorika atau gaya bahasa, atau pilihan kata baik yang bermakna denotasi maupun konotasi
Share:

PPDB ONLINE SD-DJI

Dibuat olehARDHA maz_ardha.develoers.com