Rabu, 23 November 2016

PUISI KOLABORASI



ELEGI RUMPUT LIAR

Panjang kemarau menyulut gersang
Bakar tiangtiang cinta
Asmara kini tinggal seonggok debu
Menutupi luka menjaga perihnya

Suara gending lembut mengalun
Melenggokkan sepi pada gemulai ayunan hampa
Sesekali menjejak resah
: mabuk kepayang

Pun angin membawa badai
Dingin jelmakan gigil
Menusuk tulang, bekukan hati
Hanya hawa silih berganti
Setia, pompa jantung menjaga degupnya

Rumput liar bertahan hidup
: tumbuh
Lupalah kemarau, usailah badai
: subur mekar kembang setaman



LEPASLAH BEBAS

sayang,
usahlah kau bersusah payah
mengirimi aku mawar berwarna pelangi
baik kirimkan padaku sapu tangan saja

jangan khawatir
sudah kupawang hujan
usah hiraukan retak mengarak remuk
aku kepalang mengarang

pergilah sayang
sebelum bendunganku
jebol termakan lumut waktu

sayang,
lelah sudah kaki ini menyangga asa
beribu cara kutempuh tuk taklukan tinggi bukit hati
tak tertaklukan.
telah kuperas peluhku, namun tak jua tergarami lautmu

kutetapkan untaian resah ini.
menjalinnya sebagai renda kerinduan
indah, meski tanpa pandangan nyata
daripada jurang hampa semakin menyedot rasa

pergilah sayang.
bebas lepas
terbanglah bersama sejuta inginmu


I B U K U
     Engkau sebagai kebanggaanku
     Engkau sebagai cahaya kehidupanku
     Yang merawat aku dari kecil
      Yang mendidik aku bisa seperti ini
     
                    Yang bisa mengenal dunia luas
                     Bisa mengabdi pada negara
                     Karena jasa - jasanya 
                     Mendidik mencari ilmu supaya berguna
     Bisa mengarungi kehidupan dibumi pertiwi
     Mengabdi pada ibu pertiwi
Di Mejamu 
Aku  terdiam menyimak 
dirimu anggun berdiri 
Mejamu ada setumpuk buku 
yang akan menjamu diriku
setiap hari , bersamamu 
terjamu dengan menu 
mutiara ilmu untuk bekalku /
SURAT DARI IBU
Pergi ke dunia luas, anakku sayang
pergi ke hidbebas !
Selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinari daun - daunan
dalam rimba dan padang hijau
          Pergi ke laut lepas, anakku sayang
          pergi ke alam bebas!
          Selama hari belum petang
          dan warna senja belum kemerah - merahan
          menutup pintu waktu lampau
Jika bayang telah pudar
dan elang laut pulang ke sarang
angin bertiup ke benua
Tiang - tiang akan kering sendiri
dan nakhoda sudah tahu pedoman
boleh engkau datang padaku
          Kembali pulang, anakku sayang
          kembali ke balik malam!
          Jika kapalmu telah rapat ke tepi
          kita akan bercerita
          "Tentang cinta dan hidupmu pagi hari"

LEPASLAH  BEBAS
     SAYANG,
    USAHLAH KAU BERSUSAH PAYAH
   MENGIRIMI AKU MAWAR BERWARNA PELANGI
  BAIK KIRIMKAN PADAKU SAPU TANGAN SAJA     
                 JANGAN KAWATIR
                 SUDAH KUPAWANG HUJAN
                  USAH HIRAUKAN RETAK MENGARAK REMUK
                 AKU KEPALANG MENGARANG
PERGILAH SAYANG
SEBELUM BENDUNGANKU
JEBOL TERMAKAN LUMUT WAKTU

 P E L A N G I
     Warna warni rupamu
    Membuat terpesona memandangmu
   Banyak orang mengagumimu
   Tuk membuat orang diam membisu
               Karena kagum melihat keindahan dilangit
               Memandang tak henti-henti
              Untuk bertanya siapa penciptanya 
             Untuk memohon kepadaNya

BUNGA ANGGREK
Bunga Anggrek...
Meski kau hampir langka
Kau masih menjadi bunga terindah
Warnamu bemacam macam
Putih,ungu,merah muda....
Mahal mahkota kelopakmu
 
          Setiap ada....
          Taman taman menjadi lebih indah
          Dan menarik dipandang mata
          Disekitarmu banyak sekali kupu kupu

Jelas....
Diluar sana banyak sekali
Yang mencarimu...
Bunga Anggrek....

MAMPUKAH

Hujan
turun tibatiba
deras berpetir keras
menampar angin bangunkan sadar

Ingatan satusatu datang
bersama kilat yang menyambar garang
pun air mata menetes jalang
berharap waktu bisa diulang

Tapi waktu tak bisa diulang
hanya bisa dipanggil tuk dikenang
pun suaramu kembali terngiang
lembut lantunkan puisi goresan tangan

" Lihatlah apa yang ku lihat
ditepi senja yang berjubah jingga
ia tampak lebih bersahaja

Dengarlah apa yang ku dengar
begitu lembut menyatu dengan angin
menyusup ketelingaku nyanyian rindu

Terjemahkanlah dengan nuranimu
segala rasa yang ada
saat semua terdiam "

Hujan reda
hadirkan segaris jingga diujung senja
dan dalam diammu
kau terjemahkan semua
: sempurna

Sahabat Sejati

Sahabat sejati adalah ia yang mengerti pada kesedihanmu
Namun ia pun tahu bagaimana menghiburmu
Sahabat sejati adalah dia yang memehami ketakutanmu
Namun ia pun tahu bagaimana cara menjadikanmu berani
Sahabat sejati adalah ia yang tahu keraguanmu
Namun ia pun tahu bagaimana mengajarimu keyakinan
Sahabat sejati adalah ia yang sadar akan kekuranganmu
Namun ia pun tahu bagaimana membangkitkan semgangatmu

Share:

PPDB ONLINE SD-DJI

Dibuat olehARDHA maz_ardha.develoers.com