Senin, 26 Desember 2016

contoh ptk guru sd djama'atul ichwan





MOTTO





Sebuah pelajaran dari tinta dan kertas,
Sebagian kita adalah tinta dan yang lainnya ialah bagai kertas,
Dan jika tinta ini bukan untuk kertas hitam, sebagian dari kita akan menjadi tuli, dan jika tinta ini bukan untuk kertas putih diantara kita,
Sebagian dari kita menjadi buta
(Khalil Gibran)



















PERSEMBAHAN


Dengan rasa syukur kita panjatkan kepada-Nya, saya persembahkan karya ini sebagai tanda  rasa cinta, pengabdian, dan terima kasih kepada:

Rudjito, kedua orang tuaku yang senantiasa mendoakan kepada Allah SWT putra putrinya semoga berhasil dalam neraih cita-cita

Ida Nur Suhartini, Istriku tercinta yang senantiasa mendampingiku dalam suka dan duka serta memberikan dorongan dalam menyelesaikan studiku

Rekan-rekan mahasiswa S1 PGSD UT UPBJJ Surakarta

Seluruh keluarga besar SD Djama’atul Ichwan

 Almamater S1 PGSD UT














KATA  PENGANTAR
        
            Segala puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan berkah dan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Pemantapan Kemampuan Mengajar Profesional (PKP),
             Dalam penyusunan laporan ini penulis banyak mengalami kesulitan, tetapi atas bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak akhirnya kesulitan ini dapat teratasi. Untuk itu penulis menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang tak terhingga kepada:
1.      Bapak Muhammad Muhsin, S.Pd.I, selaku Kepala Sekolah SD Djama’atul Ichwan yang telah memberikan ijin untuk melanjutkan belajar ke jenjang S1.
2.      Bapak Ir. Muhammad Kholis,M.Si., selaku Kepala UPBJJ UT Surakarta.
3.      Bapak Drs. Nanang Ebi Wasono, selaku Sopervisor sekaligus pembimbing yang telah memberi arahan padapenulis untuk menyelesaikan laporan ini.
4.      Seluruh pengajar S1 PGSD UT UPBJJ Surakarta yang telah memberikan ilmunya kepada penulis.
5.      Istruku tercinta yang telah mendorong penulis dalam menyelesaikan studi S1 PGSD.
6.      Semua pihak yang telah membantu dalam penelitian ini.
      Penulis yakin bahwa dalam mengadakan perbaikan ini masih banyak kekurangan. Untuk itu segala bantuan yang telah diberikan, penulis hanya menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya   
Semoga amal kebaikannya mendapat imbalan yang lebih baik.
              Akhirnya penulis berharap penelitian ini bermanfaat bagi dunia pendidikan. Saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan.

Surakata,    Mei 2012

                                                                                               Penulis


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL …………………………………………………….   i
HALAMAN PELAPORAN ……………………………………………..   ii
HALAMAN PENGESAHAN ………………………… ………………..   iii
HALAMAN ABSTRAK ……………………………………………….. .  iv
HALAMAN MOTTO …………………………………………………...    v
HALAMAN PERSEMBAHAN ………………………………………...    vi
KATA PENGANTAR …………………………………………………..    vii
DAFTAR  ISI …………………………………………… ……………...    viii
DAFTAR  GAMBAR ……………………………………………………   ix
DAFTAR  TABEL ……………………………………………………….   x
BAB  I      PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah ……………………………………..    1
B.     Perumusan Masalah…………………………………………..    2
C.     Tujuan Perbaikan …………………………………………….    3
D.    Manfaat Perbaikan……………………………………………    3
BAB  II     KAJIAN PUSTAKA
A.    Tinjauan Pustaka ……………………………………………       5
1.      Hakikat Belajar …………………………………………       5
2.      Tinjauan Media ………………………………………….      8
3.      Tinjauan Matematika …………………………………...       10
B.     Kerangka Pemikiran ………………………………………..        17
C.     Hipotesis ……………………………………………………..     18
BAB  III  PELAKSANAAN PENELITIA N
A.    Tempat dan Waktu Penelitian ……………………………….      19
1.      Tempat Penelitian ………………………………………       19
2.      Waktu Penelitian ……………………………………….        19
B.     Bentuk dan Strategi Penelitian ……………………………..       19
1.      Bentuk Penelitian ………………………………………        19
2.      Strategi Penelitian ……………………………………..         20

BAB   IV   HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 
A.    Pengamatan / Pengumpulan Data ………………………            23
B.     Temuan dan Hasil Pembahasan …………………………           26
BAB   V    KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
A.    Kesimpulan ………………………………………………         35
B.     Implikasi …………………………………………………         36
C.     Saran …………………………………………………….          37
Daftar Pustaka ………………………………………………………           39
Lampiran …………………………………………………………….






















BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, juga mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan Matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, dan teori peluang. Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan Matematika yang baik.
Adapun fungsi dan tujuan pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar  sebagaimana diamanatkan oleh kurikulum KTSP pada intinya adalah untuk mengembangkan kemampuan bernalar melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, dan eksperimen, serta melatih cara berpikir yang sistematis, logis, kritis, kreatif, dan konsisten. Kemampuan ini membutuhkan pemikiran yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran Matematika dengan menggunakan media yang sesuai.
Dalam setiap kesempatan, pembelajaran Matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi. Dengan mengajukan masalah yang baru berkembang, siswa dapat secara bertahap dibimbing untuk menguasai  konsep Matematika. Untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran, guru diharapkan menggunakan teknologi dan informasi seperti penggunaan media bangun datar.
1
 
Kenyataan di lapangan bahwa tujuan Matematika seperti yang dirumuskan dalam kurikulum KTSP tersebut belum dapat dicapai secara optimal. Hal ini disebabkan karena pengajaran Matematika kurang menggunakan media yang sesuai sehingga siswa hanya menghafal saja, dari aspek bangun datar diharapkan siswa akan meningkatkan hasil belajarnya. Berdasarkan kenyataan tersebut maka dapat diidentifikasikan beberapa permasalahan bahwa rendahnya hasil  belajar matematika adalah kurang optimalnya penggunaan media bangun datar dan hambatan penggunaan media bangun datar.
Sesuai latar belakang masalah di atas bahwa rendahnya hasil belajar Matematika pada akhir periode pembelajaran tidak terlepas dari penggunaan media bangun datar. Disamping itu juga minat siswa dalam mengikuti pembelajaran Matematika sangat kurang, sehingga pembelajaran kurang bermakna.
Agar pembelajaran Matematika dapat memberikan pengalaman yang lebih bermakna dan utuh serta mencapai hasil belajar yang maksimal sesuai dengan tujuan yang diharapkan, maka guru harus dapat memilih media yang sesuai dengan materi, karakteristik media juga dapat dilihat menurut kemampuan untuk membangkitkan rangsangan indera penglihatan, indera pendengaran, indera perabaan, indera pengecapan, dan indera penciuman.
Bertolak dari sejumlah permasalahan yang ada di lapangan dan keinginan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika, maka dilakukan penelitian tentang Peningkatan Hasil Belajar Matematika Dengan Penguasaan Materi Bangun Datar pada siswa kelas III Sekolah Dasar Djama’atul Ichwan UPTD Dikpora Kecamatan Laweyan Kota Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012
Perbaikan pembelajaran ini dilaksanakan dalam dua siklus, yang setiap siklusnya memuat tentang perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Laporan ini juga memuat pendahuluan, kajian teori, pelaksanaan perbaikan, kesimpulan, saran, serta tindak lanjut.
B.                 Perumusan Masalah
Setelah dilaksanakan test ternyata hasil belajarnya kurang memuaskan sehingga perlu diadakan perbaikan untuk meningkatkan hasil yang lebih baik. Beberapa masalah yang menyebabkan kurang berhasilnya siswa dalam belajar, diantaranya :
1.      Siswa kurang bersemangat dalam mengikuti belajarnya.
2.      Pembelajaran tidak melibatkan siswa secara langsung.
3.      Media yang digunakan guru tidak menarik sehingga membosankan siswa.
2
 
           Dari masalah yang teridentifikasi peneliti menemukan satu masalah yaitu pembelajaran tanpa melibatkan langsung siswa serta penggunaan media yang tidak relefan menyebabkan hasil belajar rendah.  Masalah tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut “ Apakah penggunaan media bangun datar dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III SD Djama’atul Ichwan Kota Surakarta “
C.    Tujuan Perbaikan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka dapat ditetapkan tujuan perbaikan sebagai berikut:
1.      Tujuan perbaikan adalah untuk mengetahui apakah penerapan media bangun datar secara nyata dalam pembelajaran Matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
2.      Memberikan informasi dan contoh tentang bagaimana menyajikan pembelajaran Matematika dengan menggunakan media bangun datar secara nyata dapat meningkatkan hasil belajara Matematika kepada siswa.
3.      Memberikan pengetahuan bagi siswa dalam pembelajaran Matematika melalui media bangun datar dalam kehidupan sehari-hari.
D.    Manfaat Perbaikan
Manfaat yang diharapkan oleh peneliti dari hasil perbaikan adalah manfaat teoretis dan manfaat praktis.
1.      Manfaat Teoretis
  1. Sebagai sumbangan pemikiran guru dalam pembelajaran Matematika, sehingga sewaktu-waktu ada kesulitan dapat membantu dalam pemecahan masalah yang dikira sulit bagi teman.
  2. Sebagai  arah para guru dalam proses pembelajaran Matematika, sebab suatu pembelajaran dianggap berhasil apabila sesuai dengan arah yang tepat.
  3. Sebagai peningkatan kualitas pembelajaran Matematika, karena dengan kualitas yang baik hasilnya juga akan meningkat.
2.      Manfaat Praktis
Manfaat ini berguna bagi peneliti, bagi siswa, dan bagi sekolah, yaitu:
  1. Bagi peneliti bermanfaat untuk menemukan solusi dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika kelas III.
  2. Bagi siswa dapat digunakan sebagai motivasi belajar agar hasil belajar Matematika meningkat.
  3. Bagi sekolah dapat memberikan masukan kepada Kepala Sekolah dalam usaha untuk perbaikan proses belajar mengajar para guru dalam menambah sarana dan prasarana sehingga suatu pendidikan di sekolah dapat meningkat dan hasilnya lebih baik.
                                                      

















3
 
4
 
 






BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Tinjauan Pustaka
Pada bab ini akan dikemukakan mengenai Tinjauan Pustaka, Kerangka Pemikiran, dan Hipotesis. Tinjauan Pustaka merupakan uraian sistematis tentang hasil-hasil penelitian yang telah dikemukakan oleh peneliti terdahulu dan hubungan dengan perbaikan yang akan dilakukan. Kerangka Pemikiran yang akan dipaparkan adalah meningkatkan sumber daya manusia melalui proses pembelajaran Matematika dengan pendekatan proses. Hipotesis berisi konsep yang akan digunakan untuk menjawab masalah yang akan diperbaiki, disusun berdasarkan teoritis dan kajian hasil perbaikan yang telah dikemukakan.
1. Hakikat Belajar
Dalam hakikat  belajar ini akan dibahas dua hal, yaitu pengertian belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar.
a. Pengertian Belajar
Belajar selalu didefinisikan sebagai suatu perubahan pada diri individu yang disebabkan oleh pengalaman. Perubahan yang terjadi pada diri seseorang banyak sekali, baik sifat maupun jenisnya. Karena itu sudah tentu setiap perubahan dalam diri seseorang merupakan perubahan dalam arti belajar.
Belajar lebih berhasil bila berhubungan dengan minat, keinginan, dan tujuan siswa. Hal ini terjadi bila banyak berhubungan dengan apa yang diperlukan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Di sekolah progresif siswa diajak membicarakan proyek agar tahu tujuan yang akan dicapai dan yakin akan manfaatnya.
5
 
Belajar dalam pengertian yang paling umum adalah setiap perubahan tingkah laku akibat pengalaman yang diperolehnya atau sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya. Karena manusia bersifat dinamis dan terbuka terhadap berbagai perubahan yang terjadi pada dirinya dan lingkungan sekitarnya, maka proses belajar akan selalu terjadi tanpa henti.
Menurut Slameto (1995:2), belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Jika seseorang belajar sesuatu sebagai hasilnya ia akan mengalami perubahan tingkah laku secara menyeluruh dalam sikap, keterampilan, dan kemampuannya.
Sementara itu, menurut Witherington dalam Ngalim Purwanto (1977:84), belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru daripada reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, atau suatu pengertian.
Sedang menurut Oemar Hamalik (1989:60), belajar merupakan proses perubahan tingkah laku sebagai hasil daripada pengalaman dan latihan.
Perkataan belajar dirumuskan oleh Kimble dalam Singgih D Gunarsa (1990:119), belajar adalah perubahan yang relatif menetap dalam potensi tingkah laku yang terjadi sebagai akibat dari latihan dengan penguatan dan tidak masuk perubahan-perubahan karena kematangan, kelelahan, dan kerusakan pada susunan saraf. Dalam hal ini, belajar adalah suatu yang diubah atau berubah dari rangkaian tingkah laku dan perubahan itu bersifat menetap. Ini diartikan bilamana pada suatu saat terjadi perubahan, ada suatu yang baru diperoleh mempelajari sesuatu dan ini akan bersifat menetap dalam diri seseorang.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, maka dapat simpulkan bahwa belajar suatau proses aktivitas manusia secara aktif, melibatkan unsur jasmani maupun rohani untuk menghasilkan perubahan-perubahan dalam hal pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai dan sikap. Perubahan-perubahan itu bersifat relatif konstan dan menetap, sehingga dibutuhkan suatu minat agar mendapatkan sikap belajar yang baik.
6
 
Menurut Slameto (1987:3-4) ada enam aspek perubahan belajar, yaitu perubahan terjadi secara sadar, perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional, perubahan dalam belajar bersifat aktif dan pasif, perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara, perubahan dalam belajar atau terarah, perubahan mencakup suluruh aspek tingkah laku.
1)      Perubahan terjadi secara sadar. Artinya seseorang yang belajar akan merasakan perubahan yang terjadi sebagai akibat dari usaha belajarnya.
2)      Perubahan dalam belajar bersifat kontinu dan fungsional. Artinya perubahan yang terjadi dalam individu siswa berlangsung secara berkesinambungan, tidak statis.
3)      Perubahan dalam belajar bersifat positif dan aktif. Artinya perubahan-perubahan yang senantiasa bertambah dan tertuju untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya.
4)      Perubahan dalam belajar bukan bersifat sementara. Artinya perubahan yang bersifat menetap atau permanen sehingga tingkah lakunya menetap.
5)      Perubahan dalam belajar atau terarah. Artinya perubahan tingkah laku itu merupakan tujuan yang akan dicapai sehingga perubahan tingkah lakunya benar-benar disadari.
6)      Perubahan mencakup seluruh aspek tingkah laku. Artinya perubahan sebagai akibat dari belajar yang dilakukan sehingga terjadi perubahan tingkah laku yang baik.
Dalam pembelajaran matematika perubahan tingkah laku yang terjadi apabila siswa seacara sadar dan berkesinambungan dalam belajarnya dengan menggunakan media yang sesuai, maka apa yang diharapkan akan tercapai. Sebab dengan belajar tanpa ada tekanan siswa akan berhasil dalam mengerjakan tugas dari guru.
Belajar adalah suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah (1991:21), tujuan dalam belajar adalah terjadinya suatu perubahan dalam diri individu. Sejalan dengan itu, Sardiman dalam Syaiful Bahri Djamarah (1991:21), belajar sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga, psikofisik menuju perkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang menyangkut cipta, rasa dan karsa, rasa kognitif, afektif, dan psikomotorik.
7
 
Dari pengertian belajar sebagimana dikemukakan di atas, dapat diambil suatu pemahaman tentang hakikat dari aktivitas belajar. Hakikat dari aktivitas belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri individu. Perubahan itu nantinya akan mempengaruhi pola pikir individu dalam berbuat dan bertindak. Perubahan itu sebagai hasil dari pengalaman individu dalam belajar.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar
Dalam proses belajar, individu sering mengabaikan tentang perkembangan hasil belajar dalam belajarnya. Peneliti menunjukkan bahwa pengenalan seseorang akan lebih berusaha meningkatkan hasil belajar selanjutnya.
Menurut Ngalim Purwanto (1990:107), faktor yang mempengaruhi hasil  belajar ada dua, yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar.
1)      Faktor dari dalam, meliputi fisiologi dan psikologi.
a)      Fisiologi, terdiri dari kondisi fisik dan kondisi panca indera.
b)      Psikologi, terdiri dari bakat, minat, kecerdasan, motivasi, dan kemampuan kognitif.
2)      Faktor dari luar, meliputi lingkungan dan instrumen
a)      Lingkungan, terdiri dari alam dan sosial.
b)      Instrumental, terdiri dari kurikulum/bahan pelajaran, guru/pengajar, sarana dan fasilitas, administrasi/manajemen.
Dengan demikian faktor dari dalam maupun luar akan berinteraksi baik secara   langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
2.      Tinjauan Media
Dalam tinjauan media ini akan dibahas tentang  pengertian media, tujuan media, dan manfaat media.
a.  Pengertian Media
Media dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Media merupakan alat perantara yang dipakai untuk menunjukkan alat komunikasi.
8
 
Menurut Arief S Sadiman, Rahardjo, Anung Haryono, Rahardjito (2002:6), media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.
Sedang menurut Gagne dalam Arief S Sadiman (2002: 5), media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.
       Kedua pendapat para ahli tersebut yang disebut media oleh peneliti adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
Media pendidikan atau pengajaran didefinisikan Gagne dan Reiser dalam Mulyani Sumantri (2001:152) sebagai alat-alat fisik yang pesan-pesan instruksional dikomunikasikan. Selanjutnya Dinje Borman Rumumpuk dalam Mulyani Sumantri (2001:152) mendefinisikan media pengajaran sebagai setiap alat yang dipergunakan sebagai media komunikasi data yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.
Pendapat kedua ahli tersebut oleh peneliti yang dimaksud dengan media pengajaran adalah segala alat pengajaran yang digunakan guru sebagai perantara untuk menyampaikan bahan-bahan instruksional dalam proses belajar mengajar sehingga memudahkan pencapaian tujuan pengajaran.
b.      Tujuan Media
Tujuan dari penggunaan media yaitu untuk membantu guru menyampaikan pesan-pesan secara mudah kepada siswa sehingga siswa dapat menguasai pesan-pesan secara cepat, tepat, dan akurat. Penggunaan media yang dimaksud agar siswa tidak merasa bosan dalam belajarnya.
Menurut Mulyani Sumantri (2001:153), secara khusus media pengajaran digunakan dengan tujuan sebagai berikut:
1)      Memberikan kemudahan kepada siswa untuk lebih memahami konsep, sikap dan keterampilan tertentu tentang penggunaaan media yang tepat menurut karakteristik bahan.
2)     
9
 
Memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga lebih merangsang minat siswa untuk belajar.
3)      Menumbuhkan sikap dan keterampilan tertentu dalam teknologi, karena siswa tertarik untuk menggunakan atau mengoperasikan media tertentu.
Dengan demikian menurut peneliti tujuan media adalah membantu guru dalam menyampaikan pesan kepada siswa dan membantu siswa dalam memahami konsep, sikap, dan keterampilan dalam belajarnya.
c.        Manfaat Media
Media pengajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk mengantarkan atau menyampaiakan pesan berupa sejumlah pengetahuan, keterampilan, dan sikap-sikap kepada siswa sehingga siswa dapat menangkap, memahami, dan memiliki pesan-pesan dan makna yang disampaikan.
Menurut Mulyani Sumantri (2001:154) secara umum media manfaat sebagai:
1)      Alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif.
2)      Bagian intregal dari keseluruhan situasi mengajar.
3)      Meletakkan dasar-dasar yang kongkrit dari konsep yang abstrak sehingga   dapat megurangi pemahaman yang bersifat verbalisme.
4)      Membangkitkan motivasi belajar siswa.
5)      Mempertinggi mutu belajar mengajar.
Menurut peneliti dalam perbaikan ini, manfaat media adalah membantu mewujudkan situasi belajar mengajar, membangkitkan motivasi belajar, meningkatkan kualitas hasil belajar, serta mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera.
3.  Tinjauan Matematika
         Dalam tinjaun matematika ini akan dibahas menjadi lima hal, meliputi pengertian matematika, fungsi pembelajaran matematika, tujuan pembelajaran matematika, standar kompetensi matematika SD dan MI, tinjauan bangun datar.
a.        Pengertian Matematika
10
 
    Matematika adalah ilmu tentang logika mengenal bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Matematika itu timbul karena pikiran-pikiran manusia yang berhubungan dengan ide, proses, dan penalaran.
   Menurut Suyitno dalam www.duniaguru.com (2000:37), matematika adalah ilmu yang mempelajari tentang bilangan dan ruang yang bersifat abstrak. Untuk menunjang kelancaran pembelajaran di samping pemilihan metode yang tepat juga perlu digunakan suatu pembelajaran yang sangat berperan dalam membimbing abstraksasi siswa.
Sedangkan menurut Johnson dan Myklebus dalam bukunya Mulyono Abdurrahman (1999:252), matematika adalah bahasa simbolis yang fungsi praktisnya untuk mengekspresikan hubungan–hubungan kuantitatif dan keruangan, sedangkan fungsi teorinya adalah untuk memudahkan berpikir.
Sementara menurut Paling dalam bukunya Mulyono Abdurrahaman (1999: 252) mengemukakan bahwa :
Matematika adalah suatu cara untuk menemukan jawaban terhadap masalah yang dihadapi manusia, suatu cara menggunakan informasi, menggunakan pengetahuan tentang bentuk dan ukuran, menggunakan pengetahuan tentang menghitung, dan yang paling penting adalah memikirkan dalam diri manusia itu sendiri dalam melihat dan menggunakan hubungan-hubungan.
Berbagai pendapat ahli tersebut disimpulkan bahwa matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisir pembuktian yang logis, menggunakan bahasa yang cermat, jelas, dan akurat serta representasinya dengan simbol. Matematika juga merupakan pengetahuan struktur yang terorganisasikan sifat-sifat atau teori-teori itu dibuat secara deduktif berdasarkan kepada unsur-unsur yang didefinisikan kebenarannya, disamping itu matematika juga merupakan seni karena keindahannya terdapat pada keterurutan dan keharmonisannya.
b.      Fungsi Pembelajaran Matematika
11
 
Dalam Kurikulum KTSP disebutkan bahwa matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan bernalar melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, dan eksperimen sebagi alat untuk komunikasi melalui simbol, tabel, grafik, diagram dalam menjelaskan gagasan.
Dengan demikian mata pelajaran matematika berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bilangan dan simbol-simbol serta ketajaman penalaran yang dapat membantu memperjelas dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
c.   Tujuan Pembelajaran Matematika
             Menurut Suyitno dalam www.duniaguru.com (2004:1), pembelajaran adalah upaya untuk menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan peserta didik yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa serta antara siswa dengan siswa. Sedangkan dalam kurikulum KTSP disebutkan bahwa pembelajaran matematika adalah melatih cara berpikir secara sistematis, logis, kritis, dan konsisten.
            Untuk mencapai kemampuan tersebut perlu dikembangkannya proses belajar matematika yang menyenangkan, memperhatikan keinginan siswa, membangun pengetahuan dari apa yang diketahui siswa, menciptakan suasana kelas yang mendukung kegiatan belajar, memberikan kegiatan yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, memberikan kegiatan yang menantang, memberikan kegiatan yang memberi harapan keberhasilan, menghargai setiap pencapaian siswa.
Berdasarkan kurikulum di atas dapat dikatakan bahwa guru dalam melakukan pembelajaran matematika harus bisa membuat situasi yang menyenangkan, memberikan alternatif penggunaan alat peraga atau media pembelajaran yang bisa digunakan pada berbagai tempat dan keadaan, baik di sekolah maupun di rumah. Tujuan pembelajaran itu telah dianggap selesai apabila siswa sudah memiliki sejumlah kemampuan di bidang matematika
d.   Standar Kompetensi Matematika Sekolah Dasar
12
 
Kemampuan Matematika yang dipilih dalam Standar Kompetensi ini dirancang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa agar dapat berkembang secara optimal serta memperhatikan pula perkembangan pendidikan matematika di dunia sekarang ini, untuk mencapai kompetensi tersebut dipilih materi-materi dengan memperhatikan struktur keilmuan, tingkat kedalaman materi, serta sifat esensial materi dan ketercapaiannya dalam kehidupan sehari-hari.
Bangun datar dalam arti matematika disini adalah  bangun-bangun geometri dan bangun-bangun aljabar. Bangun-bangun geometri itu diantaranya titik garis, ruang garis, sudut, kurva, segitiga, bangun bersisi empat, lingkaran, kerucut, bola, tabung, dan sebagainya. Bangun datar itu sendiri adalah bangun yang dibuat (dilukis) pada permukaan datar.
Dengan demikian menurut penelitian ini yang disebut dengan bangun datar adalah bangun yang digambar (dilukis) pada permukaan datar dan mempunyai sisi-sisi.
Fungsi Model Bangun Datar ini adalah dapat digunakan untuk membantu pemahaman tentang konsep atau pengertian bangun datar.
Menurut peneliti dalam penelitian ini, manfaat media adalah membantu mewujudkan situasi belajar mengajar, membangkitkan motivasi belajar, meningkatkan kualitas hasil belajar, serta mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera.
e.  Tinjauan Bangun Datar
                1.   Persegi
          Menghitung keliling persegi dapat dilakukan dengan satuan tak baku  dan satuan baku
a.       Dengan satuan tak baku
               Contoh :

12
11
10
9

13




8
14




7
15




6
16




5

1
2
3
4

                                   




13
 
 


Cara menghitung keliling yaitu tinggal menghitung jumlah satuan yang ada di tepi seperti gambar di atas.karena persegi memiliki 4 sisi sama panjang satuannya, maka dapat dihitung kelilingnya 
                        K= s + s + s + s
                                                = 4 + 4 + 4 + 4
                                                = 16 satuan
b.      Dengan satuan baku
   Contoh :      
4 cm
 
4 cm
 
 




Cara menghitung :
        Keliling = s + s + s + s
                      = 4 + 4 + 4 + 4
                      = 16 cm
     Jadi kelilingnya = 16 cm




2.      Persegi Panjang
      Sama halnya dengan keliling bangun persegi, maka keliling persegi panjang  dapat dihitung dengan satuan tidak baku dan satuan baku.
a.         Dengan satuan tak baku
      Contoh :



14

 
 



16
15
14
13
12
11

17






10
18






9
19






8
20






7

1
2
3
4
5
6


    
         

              Cara menghitungnya sama dengan bangun persegi, yaitu tinggal
              menghitung petaknya satuan yang di tepi.
              Hanya panjang dan lebar persegi panjang berbeda ukurannya.
              Jadi , keliling persegi panjang di atas     = p + l + p + l
                                                                             = 6 + 4 + 6 + 4
                                                                             = 20 satuan
b.          Dengan satuan baku
        Contoh :
                                                 p

                                                        6 cm

                         l            4 cm                                         l

15
 
 


Cara Menghitung :
Keliling = p + l + p + l
              = 6 + 4 + 6 + 4
              = 20 cm
Jadi keliling persegi panjang di atas = 20 cm
 



Text Box: Rumus keliling persegi panjang = p + l + p + l
         = ( p + l ) x 2



3.      Segitiga
Untuk mengukur keliling segitiga, harus mengetahui panjang masing- masing sisi.
      Contoh :
    
c
 
a
 
                                                                                                                      

                                                  
b
 
Untuk mengukur keliling segitiga ABC kita harus mengetahui panjang sisi A, B, dan C. Caranya diukur dengan penggaris tiap sisinya. Kalau sudah diukur tinggal menjumlah panjang sisi a + b + c.


 
 



                                      


        Cara lain untuk mengukur keliling segitiga.
A
 
        Contoh :                  
                                                            

C
 
B
 
16
 
 




                     Langkah – langkah :
a.       Tempelkan benang pada titik A.
b.      Bentangkan dari titik A dan b dan dari titik B ke titik C, terus kembali ke titik A. Benang dipotong
c.       Ukur benang tersebut dengan penggaris



B. Kerangka Pemikiran
Proses belajar mengajar merupakan usaha sadar untuk mencapai tujuan pembelajaran sebagaimana yang tertuang dalam kurikulum pendidikan. Proses kegiatan belajar mengajar ini berlangsung timbal balik antara siswa dengan guru.
Hasil belajar setiap siswa berbeda-beda, ada yang tinggi dan ada pula yang rendah, hal ini bukan semata-mata salah dari siswa itu sendiri. Kemungkinan ini juga salah dari guru yang mengajar dikarenakan kurang tepatnya dalam penyajian materi, pemilihan metode, dan penggunaan media yang kurang tepat. Untuk itu guru mengupayakan suasana yang menyenangkan sehingga siswa tertarik terhadap materi yang diajarkan.
Dalam kegiatan belajar mengajar pada penelitian ini, guru menggunakan media bangun datar dengan maksud mengenalkan kepada siswa secara langsung dan mengoptimalkan penggunaan media secara individual yang dibuat menarik sehingga memperkuat ingatan siswa. Hal ini akan terlihat apabila siswa tersebut selalu mendapat nilai lebih baik dari sebelumnya.
Berdasarkan pada uraian di atas, maka alur kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai berikut:
17
 
 


Gabar. 1 Kerangka Pemikiran










C. Hipotesis
Berdasarkan landasan teori dari kerangka pemikiran di atas, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian tindakan kelas sebagai berikut: Bahwa hasil belajar akan meningkat apabila pembelajaran Matematika itu dengan penguasaan materi bangun datar pada siswa kelas III.

























18
 
 


BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN
A.    Tempat dan Waktu Penelitian
  1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelas III Sekolah Dasar Djama’atul Ichwan UPTD Dikpora Kecamatan Laweyan Kota Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012 Adapun alasan memilih lokasi penelitian di Sekolah Dasar Djama’atul Ichwan karena peneliti sebagai guru kelas III pada sekolah tersebut dan berusaha untuk meningkatkan hasil belajar Matematika khususnya pada materi bangun datar.
  1. Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan mulai bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2012 pada kurun semester genap, dengan perincian sebagai berikut:
a.       Minggu ke-3  bulan April 2012 konsultasi judul.
b.      Minggu ke-1 bulan Mei 2012 kegiatan pembelajaran sebelum siklus
c.       Minggu ke-2 bulan Mei 2012 siklus I
d.      Minggu ke-3 bulan Mei 2012 siklus II
e.       Minggu ke-4 bulan Mei 2012 Pelaporan.
f.       Minggu ke-1 bulan Juni 2012 Penjilidan.
B.     Bentuk dan Strategi Penelitian
  1. Bentuk Penelitian
Berdasarkan masalah yang diajukan dalam penelitian ini oleh peneliti lebih banyak menekankan pada masalah perbaikan proses pembelajaran di kelas, maka bentuk dari penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Dengan penelitian ini peneliti berharap akan mendapatkan informasi yang sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara lebih profesional
2. Strategi Penelitian
19
 
Dalam penelitian ini menggunakan model siklus menurut Mc Toggart dalam Basuki Wibowo (2003 : 17). Dalam hal ini peneliti menggunakan dua siklus.  Adapun tahap setiap siklusnya meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi , dan refleksi.
a. Siklus I meliputi:
            1)  Perencanaan
Kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan ini diantaranya adalah membuat perencanaan pengajaran, membuat dan melengkapi media pembelajaran, membuat lembar observasi, dan merancang alat evaluasi.
2)  Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah melaksanakan kegiatan  pembelajaran sebagaimana yang telah direncanakan.   
3)  Observasi
Di dalam observasi ini dilaksanakan terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan.
   4)   Refleksi
Di dalam tahap refleksi ini, data-data yang diperoleh melalui observasi dikumpulkan dan dianalisis guna mengetahui seberapa jauh gaya yang telah membawa perubahan dan perubahan mana yang terjadi.
b. Siklus II, meliputi:
1)  Perencanaan
  Kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan siklus II ini diantaranya adalah dengan membuat rencana pembelajaran, memperjelas media bangun datar, membuat lembar observasi, dan merancang alat evaluasi.
2)      Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan yang dilaksanakan dalam tahap ini adalah melaksanakan kegiatan  pembelajaran sebagaimana yang telah direncanakan sesuai dengan rencana pembelajaran.
3)  Observasi
Di dalam observasi ini dilaksanakan terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan.
20
 
 
  4)   Refleksi
Di dalam tahap refleksi ini, data-data yang diperoleh pada siklus II di observasi lalu dikumpulkan dan dianalisis guna mengetahui seberapa jauh gaya yang telah membawa perubahan dan dibandingkan dengan siklus I, serta seberapa besar perubahan yang terjadi.
   
Rekomendasi
 
 









Dari hasil refleksi dan evaluasi siklus I menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar Matematika pada siswa kelas V Sekolah Dasar Djama’atul Ichwan, namun belum sesuai hasil yang diharapkan karena rata-rata kelasnya baru mencapai 5,30. Karena prestasi belajar yang diharapkan berhasil apabila sudah mencapai rata-rata di atas 6,50, maka dibuat siklus II yang meliputi tahapan-tahapan, seperti tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi. Demikian juga untuk siklus III, dan selanjutnya sampai prestasi belajar Matematika meningkat.
21
 
             


                                                            BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.       Pengamatan / Pengumpulan Data
Berdasarkan hasil pemantauan analisis data yang ada, dapat dilihat adanya peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran, serta perkembangan hasil belajar Matematika siswa kelas III Sekolah Dasar Djama’atul Ichwan. Peningkatan siswa dalam pembelajaran antara lain:
1.      Siswa lebih aktif memperhatikan penjelasan guru
2.      Siswa lebih kreatif dalam merangkai bentuk bangun datar
3.      Siswa lebih aktif dalam menjawab pertanyaan guru
4.      Rasa ingin tahu dan keberanian siswa untuk bertanya semakin meningkat
5.      Siswa lebih aktif mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru
     Dari temuan di atas bahwa hasil belajar Matematika dengan penguasaan materi mencari keliling siswa kelas III Sekolah Dasar Djama’atul Ichwani Kerten mengalami peningkatan. Peningktan hasil belajar Matematika dapat dilihat  dalam tabel  frekuensi nilai Matematika siswa kelas III SD Djama’atul Ichwan di bawah ini.
Tabel 1: Data Frekuensi Nilai Matematika Kelas III Sekolah Dasar jama’atul Ichawan   Sebelum Tindakan
No
Interval Nilai
Frekuensi
Prosentase
Keterangan
1
9,0-10,0
0
19.05%
Istimewa

2
8,0-8,9
0
28.57%
Baik Sekali
3
7,0-7,9
2
23.80%
Baik
4
6,0-6,9
3
16.67%
Cukup
5
5,0-5,9
8
9.52%
Hampir Cukup

6
4,0-4,9
12
2.38%
Kurang
7
3,0-3,9
11
0.00%
Hampir Kurang

8
2,0-2,9
6
0.00%
Kurang Sekali
9
1,0-1,9
0
0.00%
Sangat Sekali
10
0,0-0,9
0
0.00%
Sangat Kurang Sekali

Jumlah
42
100%

22
 
Tabel : 2 Daftar siswa kelas III SD Djama’atul Ichwan  sebelum siklus
No
Nama Siswa
Nilai
Keterangan
1
Alivia M
25
Kurang Sekali
2
Arwan A
25
Kurang Sekali
3
Ismail RR
45
Kurang
4
Adhirajasa DA
35
Hampir Kurang
5
Alda A
55
Hampir Cukup
6
Alfatian DA
35
Hampir Kurang
7
Annisa Dewi NP
55
Hampir Cukup
8
Annisa Dyah A
25
Kurang Sekali
9
Ari F
75
Baik
10
Arlin A
35
Hampir Kurang
11
Bayu MP
40
Kurang
12
Brisa L
75
Baik
13
Christiana DB
35
Hampir Kurang
14
Danda NK
30
Hampir Kurang
15
Diva HP
35
Hampir Kurang
16
Faisal IA
65
Cukup
17
Febyan A
40
Kurang
18
Gregorius MY
25
Kurang Sekali
19
Ian SB
35
Hampir Kurang
20
Kilat P
55
Hampir Cukup
21
Kurniawan BP
25
Kurang Sekali
22
Michael EK
45
Kurang
23
M Yahya RL
45
Kurang
24
M Bob A
25
Kurang Sekali
25
23
 
M Rizqi NA
45
Kurang
26
Novera DK
50
Hampir Cukup
27
Oktaviana NS
30
Hampir Kurang
28
Otniel APT
55
Hampir Cukup
29
Raihan MF
45
Kurang
30
Reva A
35
Hampir Kurang
31
Riski WP
45
Kurang
32
Ryan Aditya
45
Kurang
33
Ryan Dana D
35
Hampir Kurang
34
Sabena ZP
60
Cukup
35
Sisilia APP
45
Kurang
36
Tuah P
40
Kurang
37
Wida P
55
Hampir Cukup
38
Yuan DP
35
Hampir Kirang
39
Aida NA
50
Hampir Cukup
40
Malik GN
45
Kurang
41
Nicodemus JW
65
Cukup
42
Dionesus D
55
Hampir Cukup
Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa sebelum dilaksanakan tindakan siswa memperoleh nilai di atas 6,4 hanya 4 siswa  atau 9,51%.  Sedangkan siswa yang memperoleh nilai di bawah 6,4 masih sebanyak 38 siswa atau 90,49% pada sebelum tindakan.




24
 
 


Gambar : 3 Data sebelum siklus









Melihat tabel di atas bahwa pembelajaran Matematika pada penguasaan materi bangun datar belum berhasil, maka perlu adanya perbaikan dalam proses belajar mengajar serta pengunaan alat pembelajaran yang sesuai. Sebab dengan menggunakan alat pembelajaran yang sesuai hasilnya akan meningkat dan lebih baik sesuai yang diinginkan.             
B.     Temuan dan Hasil Pembahasan
 Setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I ternyata penerapkan penguasaan pembelajaran Matematika pada materi  bangun datar mengalami peningkatan meskipun belum maksimal. Ini terlihat dari daftar pada  data siklus I di bawah ini. Siswa yang memperoleh nilai lebih dari 6,4 adalah 13 siswa atau 30% dan yang memperoleh nilai di bawah 6,4 masih 29 siswa atau 70%. %. Namum demikian oleh peneliti akan dilanjutkan lagi pada siklus II karena pembelajaran dianggap berhasil karena rata-ratanya masih 5,30
Data hasil penilaian prestasi belajar Matematika siswa kelas III SD Djama’atul Ichwan seperti yang terlihat pada Tabel 2 berikut ini.
25
 
 


Tabel 3: Data Frekuensi Nilai Matematika Kelas III   Siklus I
No
Interval Nilai
Frekuensi
Prosentase
Keterangan
1
9,0-10,0
1
19.05%
Istimewa

2
8,0-8,9
2
28.57%
Baik Sekali
3
7,0-7,9
4
23.80%
Baik
4
6,0-6,9
9
16.67%
Cukup
5
5,0-5,9
9
9.52%
Hampir Cukup

6
4,0-4,9
8
2.38%
Kurang
7
3,0-3,9
5
0.00%
Hampir Kurang

8
2,0-2,9
4
0.00%
Kurang Sekali
9
1,0-1,9
0
0.00%
Sangat Kurang
10
0,0-0,9
0
0.00%
Sangat Kurang Sekali

Jumlah
42
100%


     Tabel ; 4 Daftar siswa kelas III SD Djama’atul Ichwan Kerten  siklus I
No
Nama Siswa
Nilai
Keterangan
1
Alivia M
25
Kurang Sekali
2
Arwan A
25
Kurang Sekali
3
Ismail RR
60
Cukup
4
Adhirajasa DA
35
Hampir Kurang
5
Alda A
55
Hampir Cukup
6
Alfatian DA
45
Kurang
7
Annisa Dewi NP
70
Baik
8
Annisa Dyah A
30
Hampir Kurang
9
Ari F
85
Baik Sekali
10
Arlin A
45
Kurang
11
Bayu MP
50
Hampir Cukup
12
Brisa L
100
Istimewa
13
26
 
Christiana DB
45
Kurang
14
Danda NK
30
Hampir Kurang
15
Diva HP
45
Kurang
16
Faisal IA
85
Baik Sekali
17
Febyan A
55
Hampir Cukup
18
Gregorius MY
25
Kurang Sekali
19
Ian SB
45
Kurang
20
Kilat P
55
Hampir Cukup
21
Kurniawan BP
25
Kurang Sekali
22
Michael EK
60
Cukup
23
M Yahya RL
55
Hampir Cukup
24
M Bob A
25
Kurang Sekali
25
M Rizqi NA
55
Hampir Cukup
26
Novera DK
65
Cukup
27
Oktaviana NS
30
Hampir Kurang
28
Otniel APT
55
Hampir Cukup
29
Raihan MF
65
Cukup
30
Reva A
35
Hampir Kurang
31
Riski WP
55
Hampir Cukup
32
Ryan Aditya
65
Cukup
33
Ryan Dana D
35
Hampir Kurang
34
Sabena ZP
75
Baik
35
Sisilia APP
65
Cukup
36
Tuah P
50
Hampir Cukup
37
Wida P
55
Hampir Cukup
38
Yuan DP
60
Cukup
39
Aida NA
65
Cukup
40
27
 
Malik GN
85
Baik Sekali
41
Nicodemus JW
75
Baik
42
Dionesus D
75
Baik
   
                  Setelah diadakan tindakan ternyata banyak sekali peningkatan dalam siswa penguasaan mencari keliling bangun datar khususnya bangun persegi, persegipanjang, dan segitiga Dari kenyataan di atas bahwa pembelajaran Matematika pada penguasaan materi keliling bangun datar masih perlu dilanjutkan pada siklus  II karena masih belum sesuai yang diharapkan oleh peneliti dan perlu diadakan peningkatan lagi. Ini terlihat pada tabel di bawah ini
         Gambar  4 Data Siklus I




.





Tabel : 5  Data Frekuensi Nilai Matematika Siswa Kelas III SD Djama’atul Ichwan Siklus II
No
Interval Nilai
Frekuensi
Prosentase
Keterangan
1
9,0-10,0
8
19.05%
Istimewa

2
8,0-8,9
12
28.57%
Baik Sekali
3
7,0-7,9
10
23.80%
Baik
4
6,0-6,9
7
16.67%
Cukup
5
5,0-5,9
28
 
4
9.52%
Hampir Cukup

6
4,0-4,9
1
2.38%
Kurang
7
3,0-3,9
0
0.00%
Hampir Kurang

8
2,0-2,9
0
0.00%
Kurang Sekali
9
1,0-1,9
0
0.00%
Sangat Kurang
10
0,0-0,9
0
0.00%
Sangat Kurang Sekali

Jumlah
42
100%

                                   
Tabel : 6 Daftar siswa kelas III SD Djama’atul Ichwan Siklus II
No
Nama Siswa
Nilai
Keterangan
1
Alivia M
45
Kurang
2
Arwan A
55
Hampir Cukup
3
Ismail RR
80
Baik Sekali
4
Adhirajasa DA
65
Cukup
5
Alda A
75
Baik
6
Alfatian DA
65
Cukup
7
Annisa Dewi NP
90
Istimewa
8
Annisa Dyah A
65
Cukup
9
Ari F
100
Istimewa
10
Arlin A
70
Baik
11
Bayu MP
75
Baik
12
Brisa L
100
Istimewa
13
Christiana DB
70
Baik
14
Danda NK
65
Cukup
15
Diva HP
70
Baik
16
Faisal IA
100
Istimewa
17
Febyan A
75
Baik
18
29
 
Gregorius MY
55
Hampir Cukup
19
Ian SB
70
Baik
20
Kilat P
75
Baik
21
Kurniawan BP
55
Hampir Cukup
22
Michael EK
80
Baik Sekali
23
M Yahya RL
75
Baik
24
M Bob A
55
Hampir Cukup
25
M Rizqi NA
75
Baik
26
Novera DK
85
Baik Sekali
27
Oktaviana NS
65
Cukup
28
Otniel APT
80
Baik Sekali
29
Raihan MF
85
Baik Sekali
30
Reva A
65
Cukup
31
Riski WP
80
Baik Sekali
32
Ryan Aditya
85
Baik Sekali
33
Ryan Dana D
65
Cukup
34
Sabena ZP
95
Istimewa
35
Sisilia APP
85
Baik Sekali
36
Tuah P
80
Baik Sekali
37
Wida P
80
Baik Sekali
38
Yuan DP
80
Baik Sekali
39
Aida NA
85
Baik Sekali
40
Malik GN
100
Istimewa
41
Nicodemus JW
95
Istimewa
42
Dionesus D
95
Istimewa
   
30
 
 


             Dari Tabel di atas dapat dilihat bahwa setelah dilaksanakan tindakan pada siklus II ternyata pembelajaran Matematika pada penguasaan materi keliling bangun datar mengalami peningkatan yang berarti. Dari jumlah keseluruhan siswa yang memperoleh nilai di atas 6,4 sebanyak 37 siswa atau 88% dan hanya 5 siswa yang memperoleh nilai di bawah 6,4 atau 12,% yang  memperoleh nilai di bawah  cukup.
Gambar 5 : Data Siklus II












Karena pada siklus II rata-ratanya sudah memenuhi standart yang diharapkan yaitu 7,61 maka oleh peneliti tidak dilanjutkan pada siklus selanjutnya. Bagi siswa yang belum mencapai nilai yang diharapkan diberikan perbaikan lagi secara individu dan bagi siswa yang sudah mencapai nilai yang diharapkan diberikan penguatan sehingga siswa akan lebih giat belajar. Secara lebih rinci perkembangan prestasi belajar Matematika siswa kelas III SD Djama’atul Ichwan dalam  dapat dijelaskan sebagai berikut:



31
 
 


Tabel 7 : Rekapitulasi Nilai Rata-rata Sebelum Tindakan dan siklus I 
Materi Matematika
Rata-rata Nilai Tes Hasil Belajar
Keterangan
Sebelum
Sesudah
Pengukuran luas bangun datar
4,33
5,30
Meningkat tetapi belum seperti yang diharapkan
Tabel 8 : Persentase Nilai Siswa  Sebelum dan Sesudah Siklus I
Materi Matematika
Jumlah Siswa yang Mendapat Nilai ≥ 6,40
Persentase
Keterangan
Sebelum
Sesudah
Sebelum
Sesudah
Pengukuran luas bangun datar
4
13
9,51%
30,00%
Meningkat tetapi belum seperti yang diharapkan

     Dari Tabel 4 dan 5 dapat dilihat bahwa pembelajaran Matematika dilaksanakan pada siklus I pada penguasaan materi bangun datar sudah menunjukkan peningkatan hasil, namun peningkatan tersebut belum sesuai yang diharapkan peneliti.
     Dengan demikian penelititian dilanjutkan pada siklus II dengan materi yang sama. Setelah dilaksanakan tindakan untuk pembelajaran Matematika dengan menggunakan media bangun datar pada siklus II terlihat adanya perkembangan hasil belajar Matematika dari siklus I.
Tabel 9 : Nilai Rata-rata Kelas Mata Pelajaran Matematika Sebelum dan Sesudah Tindakan Siklus II
Materi Matematika
Rata-rata Nilai Tes Hasil Belajar
Keterangan
Sebelum
Sesudah
Pengukuran luas bangun datar
32
 
5,30
               7,61
Berhasil
       Selanjutnya dari perhitungan jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas rata-rata pada siklus II, dapat peneliti paparkan dalam tabel berikut:
Tabel 9 : Persentase Nilai Siswa   Siklus I dan Sesudah Siklus II
Materi Matematika
Jumlah Siswa yang Mendapat Nilai ≥ 6,40
Persentase
Keterangan
  Sebelum
   Sesudah
Sebelum
Sesudah
Pengukuran luas bangun datar
      13
       28
30,00%
88,00%
Berhasil
  Berdasarkan perhitungan nilai rata-rata kelas pada tabel 6 dan jumlah siswa yang mendapat nilai di atas rata-rata pada tabel 7, merefleksikan bahwa pembelajaran Matematika melalui media bangun datar pada kelas III SD Djama’atul Ichwan secara klasikal telah menunjukkan adanya peningkatan hasil  belajar.
  Dari keseluruhan tindakan atau siklus yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar Matematika siswa kelas III SD Djama’atul Ichwan dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran Matematika melalui media bangun datar. Hal ini nampak jelas dengan adanya peningkatan-peningkatan nilai yang diperoleh siswa baik perorangan maupun klasikal pada setiap putaran atau siklus.
  Dengan demikian dapat  diajukan suatu rekomendasi bahwa pembelajaran Matematika penguasaan materi bangun datar dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa kelas III SD Djama’atul Ichwan UPTD Dikpora  Kecamatan Laweyan Kota Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012





33
 
 


                                                          BAB V
KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksankan dalam dua siklus, dengan menerapkan pembelajaran Matematika melalui penggunaan media bangun datar pada siswa kelas III Sekolah Dasar Djama’atul Ichwan dapat diketahui bahwa:
1.      Pembelajaran Matematika dengan menggunakan materi bangun datar dapat meningkatkan hasil belajar. Sebelum melaksanakan pembelajaran Matematika dengan bangun datar perlu disusun perangkat pendukungnya yang meliputi: (a) memilih materi pembelajaran yang sesuai, (b) melakukan analisis kompetensi dasar dari hasil belajar, (c) memilih indikator yang sesuai dengan pembelajaran, (d) menyusun rencana pembelajaran matematika yang berdasarkan pada indikator.
2.     
34
 
Dalam menerapkan pembelajaran Matematika bangun datar, guru menghadapi beberapa kendala baik dalam perencanaan maupun dalam pelaksanaan. Kendala tersebut diantaranya: memerlukan waktu yang cukup banyak dalam menyususun perangkat pendukungnya, kurang tersedianya alat peraga yang dibutuhkan secara individu, dan tuntutan untuk melakukan evaluasi yang lebih beragam. Untuk mengatasi kendala tersebut guru bekerja keras dengan mengerahkan seluruh kemampuan berpikir dan waktu luangnya untuk menyusun perangkat pendukung pembelajaran Matematika, memanfaatkan benda-benda di sekeliling siswa sebagai media pembelajaran, dan untuk mendukung pelaksanaan evaluasi yang beragam (penilaian proses, penilaian tugas, dan penilaian hasil belajar) guru menerapkan multi metode dalam pembelajaran diantaranya: demonstrasi, kerja kelompok, dan pemberian tugas.      Hasil penelitian tindakan kelas pada siklus I sudah menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar Matematika khususnya materi pengukuran keliling pada bangun datar. Namun peningkatan itu belum sesuai yang diharapkan peneliti karena rata-rata yang diperoleh baru 5,30, oleh peneliti  dianggap berhasil apabila rata-rata kelas sudah mencapai 6,4 ke atas. Dengan demikian peneliti berusaha kembali mengulang materi pengukuran luas bangun datar pada siklus II yang bertujuan siswa paham betul mencari luas bangun datar. Ternyata pada siklus II sudah menunjukkan peningktan yang berarti. Semula pada siklus I rata-rata kelasnya hanya 5,30, sekarang sudah mencapai 7,61 pada siklus II dan presentase siswa yang memperoleh nilai di atas 6,4 juga sudah mencapai 88,00%.
       Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dengan menggunakan siklus tersebut di atas, ternyata hipotesis yang dirumuskan telah terbukti kebenarannya, artinya bahan pembelajaran Matematika dengan materi  bangun datar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III Sekolah Dasar Djama’atul Ichwan UPTD Dikpora Kecamatan Laweyan Tahun Pelajaran 2011/2012. Dengan demikian pembelajaran Matematika dengan materi bangun datar yang dilaksanakan pada siswa kelas III dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

B.     Implikasi
       Penetapan model dan prosedur dalam penelitian ini didasarkan pada materi  bangun datar dalam pembelajaran Matematika. Model yang dipakai dalam penelitian tindakan kelas ini adalah model siklus. Adapun prosedur penelitiannya terdiri dari dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Siklus I dilaksanakan pada minggu ke 2 bulan Mei 2012 dan siklus II dilaksanakan pada minggu ke 3 bulan Mei 2012. Pada setiap siklus mengulang materi yang sudah diajarkan sebelumnya.  Dalam setiap tindakan atau siklus terdiri dari 4 tahapan kegiatan yaitu, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Kegiatan ini dilakukan terus berdaur ulang.
35
 
     Sebelum melaksanakan tindakan dalam setiap siklus perlu perencanan. Perencanan ini selalu memperhatikan setiap perubahan yang dicapai pada siklus sebelumnya, terutama pada setiap tindakan yang dapat meningkatkan hasil  belajar siswa. Hal ini didasarkan pada hasil analisis perkembangan dari pertemuan yang satu ke pertemuan yang lain dalam satu siklus, dan dari analisis perkembangan peningkatan pada siklus pertama sampai siklus kedua.
Berdasarkan kriteria temuan dan pembahsan hasil penelitian seperti yang diuraikan dalam bab IV, maka perbaikan  ini layak dipergunakan untuk membantu guru dalam menghadapi permasalahan yang sejenis. Di samping itu perlu perbaikan yang lebih lanjut tentang upaya guru mempertahankan atau menjaga dan meningkatkan hasil belajar siswa. Pembelajaran Matematika dengan materi  bangun datar pada hakekatnya layak digunakan dan ditingkatkan oleh guru yang menghadapi masalah sejenis, terutama untuk mengatasi masalah peningkatan hasil belajar siswa. Adanya kendala yang dihadapi dalam menerapkan pembelajaran Matematika dengan materi  bangun datar harus diatasi semaksimal mungkin. Oleh karena itu kreatifitas dan keaktifan guru sangat diperlukan dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.

C.    Saran
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas ini, maka ada beberapa saran untuk dipertimbangkan dan sekaligus untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
  1. Kepada  Sekolah
Hendaknya sekolah mengupayakan pengadaan berbagai alat peraga Matematika khususnya bangun datar untuk kelas III, baik droping maupun swadaya sekolah, sehingga lebih menunjang dalam penanaman konsep-konsep Matematika secara lebih nyata sekaligus meningkatkan aktivitas belajar siswa dan memperdayakan penggunaan peraga.
  1. Kepada Guru
Hendaknya mempersiapkan secara cermat dan tepat perangkat pendukung pembelajaran Matematika dan fasilitas belajar khususnya media bangun datar. Karena media bangun datar sangat mempengaruhi efektivitas dan efisiensi pembelajaran yang pada akhirnya berpengaruh pada proses dan hasil belajar siswa.
  1. Kepada  Siswa
36
 
Siswa hendaknya ikut serta berperan aktif dalam proses pembelajaran dan selalu mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru serta meningkatkan usaha belajarnya, sehingga akan memperoleh hasil yang optimal.
  1. Kepada  Orang Tua
Peran serta dan perhatian orang tua sangat menentukan keberhasilan pendidikan siswa, sebab waktu yang paling banyak adalah di rumah. Oleh karenanya pengawasan siswa di rumah lebih banyak daripada di sekolah.
Pendidikan akan berhasil apabila ada kerjasama antara orang tua dan guru. Bimbingan orang tua di rumah sangat berarti dalam kemajuan belajar siswa, tanpa bantuan orang tua, pendidikan anak tidak optimal.
















Share:

PPDB ONLINE SD-DJI

Dibuat olehARDHA maz_ardha.develoers.com