Rabu, 10 Mei 2017

HAKEKAT BELAJAR

HAKIKAT BELAJAR
                    belajar dapat dikatakan suatu proses,artinya dalam belajar akan terjadi proses melihat,membuat,mengamati,menyelesaikan masalah atau persoalan,menyimak,dan latihan.itu sebabnya,dalam proses belajar,guru harus dapat membimbing dan memfasilitasi siswa supaya siswa dapat melakukan proses-proses tersebut.
         belajar akan terjadi apabila terjadi proses interaksi dengan lingkungan.lingkungan yang dimaksud adalah nara sumber,teman,guru,situasi dan kondisi nyata,lingkungan alam,lingkungan buatan dan lain-lain yang dapat dijadikan sumber belajar siswa.dalam hal inilah peranan guru sebagai fisilitator dan pembimbingan harus dapat berfungsi secara optimal.ada 4 pilar yang perlu diperhatikan dalam belajar yaitu learning to know,learning

·         Kecakapan
·         Minat
·         Bakat
·         Usaha
·         Motifasi
·         Perhatian
·         Kelemahan
·         Dan kesehatan fisik
·         Serta kebiasaan siswa

·         Lingkungan fisik
·         Lingkungan non fisik
·         Lingkungan social budaya
·         Lingkungan keluarga
·         Program dan disiplin sekolah
·         Program dan sikap guru
·         Pelaksanaan pembelajaran
·         Dan teman sekolah
C. Hasil belajar
A. TEORI BELAJAR
Ada beberapa teori belajar yang dapat di kaji sebagai bahan pertimbangan dalam melaksanakan proses belajar disekolah dasar :
1.      Teori belajar disiplin mental
2.      Teori belajar asisosiasi
3.      Teori insight
4.      Teori belajar geslalt
5.      Teori
Dalam prakteknya  penerapan teori belajar tersubut digunakan bercampur , tidak murni satu persatu .
b. Tipe Belajar
   untuk mencapai proses dan hasil belajar yang optimal kita perlu mengenal beberapa tipe belajar yang dikemukan Gagne ( 1970 ) . Menurut Gagne ada 8 tipe belajar yang dapat dilakukan siswa , yaitu :
1.      Signal Learning ( belajar melalui isyarat )
2.      Stimunus – respon learning ( belajar melalui rangsangan tindak balas )
3.      Chaining learning ( belajar melalui perangkaian )
4.      Verbal association learning ( belajar melalui perkaitan verbal )
5.      Discrimination learning ( belajar melalui membeda – bedakan )
6.      Concept learning ( belajar melalui konsep )
7.      Rule learning ( belajar melalui aturan – aturan )
8.      Problem solving learning ( belajar melalui pemecahan masalah )
6.       
Hasil belajar merupakan kulmilasi dari suatu proses yang telah dilakukan dalam belajar.hasil belajar menunjukan suatu perubahan tingkah laku atau perolehan perilaku yang baru dari siswa yang bersifat menetap,fugsional ,positif,dan disadari.menurut benyamin bloom (1956) yang dapat menunjukan gambaran hasl belajar ,mencangkup aspek kognitif ,afektif dan psikomotorik.
Gagne (1979) menebutkan ada lima tipe hasil belajar yang dapat di capai oleh siswa 1)motor skills ;2)verbal information;3)intelektual skils;4)attitudes ;dan 5)cognitive strategies.
Untuk melihat hasil belajar yang berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis dan ilmiah pada siswa sekolah dasar ,dapat dikaji proses maupun hasil berdasarkan :1)kemampuan membaca ,mengamati,dan atau menyimak apa yang dijelaskan atau di informasikan ;2)kemampuan mengidentifikasi atau membuat sejumlah (sub sub) pertanyaan berdasarkan substansi yang dibaca diamati dan atau di dengar ;3) kemampuan mengorganisasi hasil hasil identifikasi dan mengkaji dari sudut persamaan dan perbedaan ;dan 4)kemampuan melakukan kajian secara menyeluruh

B. Tahapan perkembangan siswa sekolah dasar
Perkembangan siswa merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam proses belajar .fase fase perkembangan yang dialami siswa harus dipahami oleh guru supaya dalam pembelajaran tidak mengalami hambatan psikologis yang mengakibatkan hasil belajar tidak optimal . Tahapan perkembangan siswa dapat dilihat dari aspek perkembangan berikut.
1.      Perkembangan fisik
2.      Perkembangan sosial
3.      Perkembangan bahasa
4.      Perkembangan kognitif
5.      Perkembangan moral
6.      Perkembangan ekspresif
7.      Aspek-aspek inteligensi
8.      Aspek kebutuhan siswa
Kegiatan belajar 3
Karakteristik pembelajaran di sekolah dasar
Pembelajaran merupakan suatu upaya untuk mencapai tujuan atau kompetensi yang harus di kuasai siswa
Secara umum karakteristik pembelajaran di sekolah dasar adalah
1. Kelas 1 dan kelas 2 sekolah dasar berorientasi pada pembelajaran fakta lebih bersifat konkret atau kejadian- kejadian yang ada di sekitar lingkungan siswa . Dalam kurikulum 2004 pembelajaran di lakukan dengan pendekatan tematik .
2.  Kelas 3 siswa sudah di hadapkan pada konsep generalisasi yang dapat di peroleh dari fakta atau dari kejadian – kejadian yang konkret , hal ini lebih tinggi dari kelas 1 dan 2
3.  Kelas 4 , 5 , dan 6 atau disebut sebagai kelas tinggi siswa di hadapkan pada konsep – konsep atau prinsip – prinsip penerapannya .
A . Karakteristik pembelajaran di kelas rendah
Pembelajaran di kelas rendah di laksanakan berdasarkan rencana pelajaran ( silabus ) yang telah dikembangkan oleh guru . Pembelajaran konkret lebih sesuai diberikan pada siswa kelas rendah ( kelas 1 ,2 ,3  ) di kelas dasar .
B. Karakteristik pembelajaran di kelas tinggi
Esensi proses pembelajaran di kelas tinggi ( kelas 4 , 5 ,6 ) adalah suatu pembelajaran yang dilaksanakan secara logis dan sistematis untuk membelajarkan siswa tentang konsep dan generalisasi sehingga penerapannya  ( menyelesaikan soal , menggabungkan , menghubungkan , memisahkan , menyusun , menderetkan , melipat , dan membagi ) .  Menurut piaget , siswa kelas 6 sd yang telah mencapai usia 11 tahun , telah memahami fase perkembangan operasional formal . Artinya suatu perkembangan kognitif yang menunjukkan bahwa siswa sudah memiliki kemampuan berpikir tinggi atau berpikir ilmiah .





Share:

PPDB ONLINE SD-DJI

Dibuat olehARDHA maz_ardha.develoers.com