Kamis, 17 Mei 2018

KEMANA SETAN SETAN DI BULAN RAMADHAN

#Kemana Setan-Setan di Bulan Ramdhan??#

Hadits  tentang  dibelenggunya  syetan  di  dalam  bulan Ramadhan  adalah  hadits  yang  shahih  menurut  Al-Imam  AlBukhari dan Al-Imam Muslim. Dari  Abu  Hurairah  radiyallahuanhu  bahwa Rasulullah  SAW.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص.م.: إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَةِ الشَّيَاطِيْنَ

"Dari  Abu  Hurairah  radiyallahuanhu  bahwa Rasulullah  SAWtelah  bersabda,  “Apabila  bulan  Ramadhan  datang,  maka  pintupintu surga akan dibukakan dan pintu-pitu neraka  akan ditutup serta syetan-syetan akan dibelenggu.” (HR Bukhari Muslim)

Hadits  yang  menyatakan  bahwa  syetan-syetan dibelenggu pada  bulan  Ramadhan  ini  adalah  hadis  shahih dari  segi  isnad dandiriwayatkan oleh sejumlah ulama hadis, antara lain Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Ahmad, Ibnu Huzaimah dan lainlain. Yang  bermasalah  dari  hadits  di  atas  bukan  dari  segi keshahihannya, melainkan dari  bagaimana cara kita memahami makna dibelenggunya setan di bulan Ramadhan.

Sebagian  orang  bertanya,  kalau  memang  benar  di  bulan Ramadhan semua setan itu dibelenggu, kenapa di dalam bulan suci  itu  tetap  masih  ada  saja  kejahatan,  kemaksiatan,  bahkan juga  pembunuhan  dan  serentetan  dosa  besar,  yang  dilakukan oleh umat Islam secara terang-terangan? Dan pertanyaan ini memang sedikit menggelitik rasa ingin tahu  kita.  Benar,  bulan  Ramadhan  itu  setan  dibelenggu,  lalu kenapa kalau sudah dibelenggu, masih saja ada kejatahan?
Para  ulama  mencoba  memberi  beberapa  penjelasan mengenai  maksud  dari  sabda Rasulullah  SAW  bahwasanya setan-setanitu“dibelenggu” pada bulansuci Ramadhan. Antara lain penafsiran mereka adalah :

1. Tidak Bisa Leluasa Mengganggu
Pendapat lain menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan terbelenggunya  syetan  adalah  bahwa  syetan  tidak  bisa  leluasa untuk  mengganggu  dan  mencelakakan  manusia  tidak  seperti biasanya. Mengapa?
Karena  di  bulan  Ramadhan umumnya  orang-orang  sibuk  dengan shaum, membaca Al-Qurandan berdzikir. Dan kegiatan mereka  ini  membuat  syetan menjadi terbelenggu untuk leluasa menggoda dan mencelakakan manusia. Ruang gerak mereka menjadi lebih terbatas, dibandingkan dengan har-hari di luar bulan Ramadhan.

2. Yang Dibelenggu Hanya Syetan yang Membangkang

Sedangkan  pendapat  lain  lagi  mengatakan  bahwa  yang dibelenggu bukan semua syetan, melainkan hanya sebagiannya saja. Mereka  adalah  syetan-syetan  yang  membangkang, sebagaimana  dijelaskan  dalam  hadits  yang  diriwayatkan  oleh Ibnu Huzaimah, Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al -Hakim. Dari Abu Hurairah Ra. Rasulullah SAW bersabda, “Pada malam pertama  bulan  Ramadhan  syetan-syetan  dibelenggu,  yaitu syetan-syetan yang membangkang.”

3. Syetan Tidak Mampu Menggoda dan Menyesatkan

Yang  dimaksud  dengan  “dibelenggu”  merupakan  suatu ungkapan akan ketidak-mampuan syetan untuk menggoda dan menyesatkan manusia. Jika  ada  pertanyaan,  mengapa  masih  banyak  terjadi kemaksiatan  pada  bulan  Ramadhan?  Bukankan  syetan-syetan yang  biasa  menggoda  manusia  telah  dibelenggu?  Berdasarkan pengertian  di  atas,  para  ulama  menjawab  pertanyaan  tersebut dengan empat jawaban:

Pertama, Dibelenggunya  syetan  hanya  berlaku  bagi  mereka  yang melakukan ibadah shaum dengan penuh keikhlasan. Kedua, Yang  dibelenggu  hanya  sebagian  syetan  saja,  yaitu  syetan yang membangkang sebagaimana dijelaskan di atas. Ketiga, Yang dimaksud adalah berkurangnya tindak kejahatan atau perilaku maksiat. Dan hal tersebut dapat kita rasakan meskipun masih  terjadi  tindak  kejahatan  atau  kemaksiatan  tapi  biasanya tidak sebanyak di bulan-bulan lainnya. Keempat, Tidak  mesti  dengan  dibelenggunya  syetan  maka kemaksiatan akan hilang atau terhenti, karena masih ada sebabsebab  lainnya  selain  syetan.  Bisa  jadi  kemaksiatan  tersebut timbul  karena  sifat  jelek  manusianya,  adat  istiadat  yang  rusak, lingkungan  masyarakat  yang  sudah  bobrok,  serta  kemaksiatan tersebut  bisa juga disebabkan oleh syetan-syetan dari golongan manusia.

4. Terhalangi dari Mencuri Dengar Berita dari Langit

Sedangkan  pendapat  lainnya  lagi  seperti  apa  yang dikatakan oleh Al-Hulaimi, di mana beliau  berpendapat bahwa yang  dimaksud  dengan  syetan-syetan  di  sini  adalah  syetansyetan yang suka mencuri berita dari langit. Malam bulan Ramadhan adalah malam turunnya Al-Quran, mereka  pun  terhalangi  untuk  melakukan  dengan  adanya “belenggu” tersebut. Maka akan menambah penjagaan sehingga syetan-syetan tersebut tidak mampu melakukannya lagi .

*[ Lihat "Fathul Bari",  IV/ 114-115, ‘Umdatul Qari X/386 dan Ikmalul Mu’lim IV/6.]

Al-Jaahil al-Faqiir

Ahmad Syafi'i SJ
Share:

PPDB ONLINE SD-DJI

Dibuat olehARDHA maz_ardha.develoers.com