Jumat, 22 Mei 2020

Penghujung Ramadhan

*MUHASABAH*

*_DI PENGHUJUNG RAMADHAN_*

Saudaraku,
Bergulirnya waktu tak terasa telah menghantarkan kita di pengujung bulan suci Ramadhan. Tamu agung itu kini perlahan-lahan akan berpamitan meninggalkan kita dengan sejuta pelajaran dan kebaikan sebagai hadiah terbaik bagi kita semua. Deraian air mata kerinduan karena perpisahan dengan tamu agung ini dirasakan oleh umat Islam di seluruh dunia, sebagaimana para sahabat meneteskan air mata kesedihan karena takut tidak bisa bertemu kembali dengannya...

Saudaraku,
Sambutlah masa akhir-akhir perpisahan Ramadhan dengan sebaik-baiknya,

إذا لم نحسن الاستقبال فلنحسن الوداع

"Jika kita belum mampu menyambut kedatangan dengan baik, maka kita persiapkan perpisahan ini dengan baik."

Ibnu Taymiyah Rahimahullah berkata,

العبرة بكمال النهايات لا بنقص البدايات

“Yang menjadi patokan itu adalah akhir yang sempurna, bukan permulaan yang penuh kekurangan.”

Sabda Nabi ﷺ,

« وَإِنَّمَا الأعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ »

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung akhir (penghujung nya).”

( HR. Bukhari No: 6607 )

Al-Hasan al-Bashri Rahimahullah berkata,

أحسن فيما بقي يغفر لك ما مضى
فاغتنم ما بقي فلا تدري متى تدرك رحمة الله ربما تكون في آخر ساعة من رمضان

“Perbaikilah hari-hari yang tersisa ini semoga Allah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu...

Gunakan kesempatan yang tersisa ini karena kamu tidak tahu kapan kamu akan mendapati rahmat Allah, bisa jadi rahmat itu turun di saat akhir bulan Ramadhan ini...”

اللَّـهُـمَّ اخْـتِـمْ لَـنَا رَمَـضَانَ بِالْغُـفْـرَانِ وَالْعِـتْـقِ مِنَ النِّـيرَانِ

Ya Allah, tutuplah Ramadhan kami ini dengan ampunan dan terbebas dari siksa neraka.

Saudaraku,           
Andai Ramadhan bisa berpesan pada kita, maka inilah yang mungkin akan disampaikannya:

Pesan pertama: setelah aku pergi, jangan kau lupakan aku (puasa) karena aku akan datang kembali menghampirimu selama 6 hari di bulan Syawal itu tiada lain agar aku dan kamu senantiasa dekat, aku akan lebih dekat lagi ketika kau melaksanakan puasa Senin dan Kamis, atau puasa ayyâmul baidh (tanggal 13,14, dan 15 setiap bulan qamariyah), puasa Arafah, puasa Asyura, bahkan Rasulullah SAW menganjurkan untuk melaksanakan puasa Daud (sehari berpuasa sehari berbuka). Itu semua tiada lain agar kau selalu mengingatku, sehingga aku pasti menunggumu di pintu ar Rayyân.

Pesan kedua: setelah aku pergi, jangan kau biarkan kitab suci Al Qur'an bersampulkan debu, buatlah jadwal agar kamu bisa tetap membacanya seperti sediakala ketika aku ada bersamamu...

Ketahuilah bahwa Al Qur'an itu salah satu gizi hatimu, dan Al Qur'an merupakan salah satu yang dapat memberimu _syafa'at_ kelak. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Puasa dan Al Qur'an itu akan memberikan _syafa’at_ kepada hamba di hari kiamat. Puasa akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalanginya dari makan dan syahwat, maka perkenankanlah aku memberikan syafa’at untuknya.’ Sedangkan Al Qur'an akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka perkenankanlah aku memberikan _syafa’at_ untuknya.’ Maka Allah Azza wa Jalla memperkenankan keduanya memberikan syafa’at.”

(HR Imam Ahmad dan Ath-Thabrani).

Pesan ketiga: setelah aku pergi, jangan kau tinggalkan shalat malam walaupun kamu sanggup hanya melakukan beberapa raka'at saja, sungguh shalat malam mampu mendekatkanmu dengan Raja-ku...

Pesan keempat: setelah aku pergi, jangan kau tinggalkan kebaikan-kebaikan yang sudah kamu lakukan di saat aku ada di sisimu, ketahuilah bahwasanya Raja-ku senantiasa mencintai satu amalan kebaikan yang dilakukan tanpa henti walaupun itu sedikit. Sebagaimana sebuah hadits dari ’Aisyah RA, beliau mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda ”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Azza wa Jalla adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”

(HR Muslim).

Pesan kelima: saat aku pergi, duhai kasihku Muslimah jangan kau lepaskan kembali jilbabmu, karena di situ kehormatan dan kemuliaanmu terjaga, jangan kau memakainya karena aku, tapi pakailah ia karena Raja ku...

Pesan terakhir: _Kun Rabbâniyyan walâ takun Ramadhâniyyan_, jadilah kau insan yang senantiasa beribadah kepada Allah, jangan kau beribadah hanya di bulan Ramadhan saja, karena sungguh Allah itu Tuhan di seluruh waktu...

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa meningkatkan kualitas dan kuantitas amal ibadah hingga pasca Ramadhan ini untuk meraih ridha-Nya...
Aamiin Ya Rabb.

_Wallahua'lam bishawab_
Share:

PPDB ONLINE SD-DJI

Dibuat olehARDHA maz_ardha.develoers.com