Sabtu, 18 Juli 2020

Bentuk Durhaka Dan berbaktikepada orang tua

Apa saja Bentuk Durhaka dan Berbakti  kepada orangtua
*๐ŸŒป BENTUK-BENTUK DURHAKA & BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA*

_Bismillah was shalatu was salamu 'ala Rasulillah wa ba'du._

```》Bentuk-Bentuk Durhaka Kepada Kedua Orang Tua```

Dari *Mughirah bin Syu'bah* _radhiallahu 'anhu,_ bahwa *Nabi* _shallallahu 'alaihi wa sallam_ bersabda:

ุฅِู†َّุงู„ู„َّู‡َ ุชَุนَุงู„َู‰ ุญَุฑَّู…َ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ุนُู‚ُูˆู‚َ ุงْู„ู„ุฃَู…َّู‡َุงุชِ، ูˆَู…َู†ْุนًุง ูˆَู‡َุงุชِ ูˆَูˆَุฃْุฏَ ุงْู„ุจَู†َุงุชِ، ูˆَูƒَุฑِู‡َ ู„َูƒُู…ْ ู‚ِูŠْู„َ ูˆَู‚َุงู„َ، ูˆَูƒَุดْุฑَุฉَ ุงْู„ุณُّุคَุงู„ِ، ุฅِุถَุงุนَุฉَ ุงْู„ู…َุงู„ِ

_*"Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan minta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)."*_ [HR. Bukhari dan Muslim]

Hadis ini adalah salah satu hadis yang melarang seorang anak berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya. *Seorang anak yang berbuat durhaka berarti dia tidak masuk Surga dengan sebab durhaka kepada kedua orang tuanya,* sebagaimana hadis dari *Abu Darda* bahwasanya *Nabi* _shallallahu 'alaihi wa sallam_ bersabda:

ู„ุงَ ูŠَุฏْุฎُู„ُ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ุนَุงู‚ٌ ูˆَู„ุงَ ู…ُุฏْู…ِู†ُ ุฎَู…ْุฑٍ ูˆَู„ุงَ ู…ُูƒَุฐِّุจٌ ุจุงْู„ู‚َุฏَุฑِ

_*"Tidak masuk Surga anak yang durhaka, peminum khamr (minuman keras) dan orang yang mendustakan qadar."*_ [HR. Ahmad 6/441 dan di hasankan oleh Al-Albani dalam Silsilah Hadis Shahihnya, 675]

Di antara bentuk-bentuk durhaka pada orang tua, di antaranya:

*1• Menimbulkan gangguan terhadap orang tua,* baik berupa perkataan atau pun perbuatan yang membuat orang tua sedih atau sakit hati.

*2• Berkata _“Ah”_ atau _“Cis”_ dan tidak memenuhi panggilan orang tua.*

*3• Membentak atau menghardik orang tua.*

*4• Bakhil atau kikir, tidak mengurus orang tuanya,* bahkan lebih mementingkan yang lain daripada mengurus orang tuanya, padahal orang tuanya sangat membutuhkan. Seandainya memberi nafkah pun, dilakukan dengan penuh perhitungan.

*5• Bermuka masam dan cemberut di hadapan orang tua,* merendahkan orang tua, mengatakan bodoh, kolot, dan lain-lain.

*6• Menyuruh orang tua,* misalnya menyapu, mencuci atau menyiapkan makanan. Pekerjaan tersebut sangat tidak pantas bagi orang tua, terutama jika mereka sudah tua dan lemah. Tetapi, jika si ibu melakukan pekerjaan tersebut dengan kemauannya sendiri, maka tidaklah mengapa, dan karena itu seorang anak harus berterima kasih dan membantu orang tua.

*7• Menyebut kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang tua.*

*8. Lebih mentaati istri daripada kedua orang tua.* Bahkan ada sebagian orang yang tega mengusir ibunya demi menuruti kemauan istrinya. Nas-alullaahas salaamah wal ‘aafiyah.

*9. Malu mengakui orang tuanya.* Sebagian orang merasa malu dengan keberadaan orang tua dan tempat tinggal ketika status sosialnya meningkat. Tidak diragukan lagi, sikap semacam itu adalah sikap yang sangat tercela, bahkan termasuk kedurhakaan yang keji dan nista.

```》Bentuk-Bentuk Berbakti Kepada Orang Tua```

*Allah memerintahkan dalam Al-Quran agar berbakti kepada kedua orang tua.* Mengenai wajibnya seorang anak berbakti kepada orang tua, *Allah* _Subhanahu wa Ta'ala_ berfirman:

ูˆَู‚َุถَู‰ٰ ุฑَุจُّูƒَ ุฃَู„َّุง ุชَุนْุจُุฏُูˆุง ุฅِู„َّุง ุฅِูŠَّุงู‡ُ ูˆَุจِุงู„ْูˆَุงู„ِุฏَูŠْู†ِ ุฅِุญْุณَุงู†ًุง ۚ ุฅِู…َّุง ูŠَุจْู„ُุบَู†َّ ุนِู†ْุฏَูƒَ ุงู„ْูƒِุจَุฑَ ุฃَุญَุฏُู‡ُู…َุง ุฃَูˆْ ูƒِู„َุงู‡ُู…َุง ูَู„َุง ุชَู‚ُู„ْ ู„َู‡ُู…َุง ุฃُูٍّ ูˆَู„َุง ุชَู†ْู‡َุฑْู‡ُู…َุง ูˆَู‚ُู„ْ ู„َู‡ُู…َุง ู‚َูˆْู„ًุง ูƒَุฑِูŠู…ًุง

```"Dan Rabbmu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut di sisimu maka janganlah katakan kepada keduanya 'ah' dan janganlah kamu membentak keduanya."``` [QS. Al-Isra: 23]

Di antara bentuk-bentuk berbakti kepada kedua orang tua, di antaranya:

*1• Bergaul bersama keduanya dengan cara yang baik.* Di dalam hadis *Nabi* _shallallahu 'alaihi wa sallam_ disebutkan bahwa memberi kegembiraan kepada seseorang Mukmin termasuk sedekah, lebih utama lagi kalau memberi kegembiraan kepada orang tua kita.

*2• Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut.* Hendaknya dibedakan adab berbicara antara kepada kedua orang tua dengan kepada anak, teman atau dengan yang lain. *Berbicara dengan perkataan yang mulia kepada kedua orang tua.*

*3• Tawadhu (rendah hati).* Tidak boleh kibr (sombong) apabila sudah meraih sukses atau memenuhi jabatan di dunia, karena sewaktu lahir, kita berada dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan, kita diberi makan, minum, dan pakaian oleh orang tua.

*4• Memberi infak (sedekah) kepada kedua orang tua,* karena pada hakikatnya semua harta kita adalah milik orang tua. Oleh karena itu *berikanlah harta itu kepada kedua orang tua, baik ketika mereka minta ataupun tidak.*

*5• Mendoakan kedua orang tua.* Di antaranya dengan doa berikut:

*ุฑَุจِّ ุงุฑْุญَู…ْู‡ُู…َุง ูƒَู…َุง ุฑَุจَّูŠَุงู†ِูŠ ุตَุบِูŠْุฑًุง*

_“Wahai Rabbku, kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku sewaktu kecil.”_

*Seandainya orang tua masih berbuat syirik serta bid’ah, kita tetap harus berlaku lemah lembut kepada keduanya, dengan harapan agar keduanya kembali kepada Tauhid dan Sunnah.* Bagaimanapun, syirik dan bid’ah adalah sebesar-besar kemungkaran, maka kita harus mencegahnya semampu kita dengan dasar ilmu, lemah lembut dan kesabaran. Sambil terus berdoa siang dan malam agar orang tua kita diberi petunjuk ke jalan yang benar.

```》Apabila Kedua Orang Tua Telah Meninggal```

Maka yang harus kita lakukan adalah:
*1). Meminta ampun kepada Allah _Azza wa Jalla_ dengan taubat nashuha* (jujur) bila kita pernah berbuat durhaka kepada keduanya di waktu mereka masih hidup.

*2). Menshalatkannya dan mengantarkan jenazahnya ke kubur.*

*3). Selalu memintakan ampunan untuk keduanya.*

*4). Membayarkan hutang-hutangnya.*

*5). Melaksanakan wasiat sesuai dengan syariat.*

*6). Menyambung silaturahmi kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya.*

Semoga dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam tersebut, kita dimudahkan oleh *Allah* _Azza wa Jalla_ dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Aamiin.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู…، ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

*๐Ÿ““ Sumber:* Buku "Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah."

๐Ÿ–‹️ _Penulis: Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafidzahullah_


*----------••♛♛♛••----------*
Share:

PPDB ONLINE SD-DJI

Dibuat olehARDHA maz_ardha.develoers.com